sains in my dream

sains in my dream

Kamis, 18 Oktober 2012

MENGAIS REZEKI DI MALAM HARI


                                                                                                                                      Kamis, 4 Oktober 2012
Fakultas MIPA Universitas Haluoleo

MENGAIS REZEKI DI MALAM HARI
Pekerjaan adalah Ibadah. Banyak sekali pekerjaan yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi ini, entah itu pekerjaan yang sifatnya halal bahkan pekerjaan yang dapat dikatakan sebagai pekerjaan yang haram. Pekerjaan yang dilakukan mungkin tak seberapa dengan upah atau gaji yang diinginkan oleh setiap orang. Terkadang pekerjaan itu menjadi lebih indah dan menyenangkan jika kita mampu melakukan pekerjaan itu dengan ikhlas, senang hati, dan bertanggung jawab. Ada beberapa pekerjaan yang kemungkinan bagi orang lain mengnggapnya sebagai pekerjaan yang tidak layak untuk dilakukan. Banyak pertimbangan yang diperhitungkan terhadap suatu pekerjaan yakni untung dan ruginya. Tapi bagi sebagian orang untung dan rugi itu adalah sifatnya relatif. Salah satu contoh misalnya adalah petugas kebersihan yang membersihkan suatu tempat menjadi lebih bersih dan nyaman, sehinggga orang-orang yang ada disekitarnya pun menjadi lebih nyaman dan semangat untuk beraktivitas.
Membersihkan sampah di Kampus merupakan pekerjaan paling melelahkan. Setiap harinya pasti ada saja sampah yang berserakan di tanah, di selokan, dan di tempat lainnya. Fakultas MIPA Unhalu memiliki lingkungan yang cukup luas sehingga pekerjaan untuk mebersihkan sampah-sampah tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Petugas kebersihan di Fakultas MIPA sampai kewalahan untuk membersihkan sampah tersebut. Pekerjaan membersihkan sampah tersebut bukan hanya dikerjakan pada siang hari tetapi juga dikerjakan pada malam hari. Petugas kebersihan tak pernah mengeluh atas tugas yang dilakoninya saat ini. Entah dia mengeluh ataupun tidak, itu tergantung dirinya sendiri yang menjalani tugas tersebut. Setiap malam petugas kebersihan hadir lebih awal utnuk bertugas membersihkan sampah-sampah yang berhamburan akibat ulah tangan Mahasiswa. Malam itu nampak seorang petugas kebersihan sedang sibuk mebersihkan sampah ditiap-tiap sudut halaman di Fakultas MIPA Universitas Haluoleo. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata petugas kebersihan tersebut tidak sendirian, tetapi dia membawa dua orang anaknya yang masih kecil kira-kira berumur 5 sampai 6 tahun.
Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 WITA, tetapi petugas kebersihan itu belum juga selesai mengerjakan tugasnya. Anak-anaknya yang datang malam itu juga ikut  membantunya mengambil sampah-sampah plastik yang berserakan di halaman kampus FMIPA Unhalu. Sungguh menyayat hati ketika memperhatikan anak-anak itu bekerja membantu ayahnya di malam yang sunyi, gelap, dan sepi. Tetapi mereka senang dengan hal itu, tak ada kesedihan dimata anak-anak itu, mungkin mereka belum mengerti tentang arti kehidupan yang sebenarnya. Tapi inilah kenyataan dan realita yang terjadi di lapangan. Ayahnya pun tak mengharapkan hal ini terjadi kepadanya dan juga anak-anaknya. Semoga ALLAH memberikan kesabaran dan ketabahan kepada petugas kebersihan tersebut dan menjadikan anak-anaknya menjadi anak yang sholeh serta berbakti kepada kedua orang tua.





Petugas kebersihan selalu ikhlas dan serius menjalani pekerjaan yang ia lakoni saat ini. Bahkan dia tak pernah mengeluh sedikitpun serta melakukan tugas itu dengan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi. Tak seperti kita saat ini yang memiliki amanah dan tanggung jawab yang besar tapi tak menggunakannya dengan sepenuh hati. Kita mestinya malu dengan petugas kebersihan itu, karena ia yakin pekerjaan yang ia lakukan adalah suatu bentuk Ibadah kepada ALLAH dan ALLAH Maha Kuasa atas Segala Sesuatu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

boleh ji di copas filenya, asal dicoment jg :)