sains in my dream

sains in my dream

Kamis, 22 November 2012

PULANG KAMPUNG... Menjadi Ajang Bagi Mahasiswa Untuk Mencari Tumpangan Gratis Tapi Malah Bebuntut Anarkis


Kendari, Kamis/ 25/10/2012
Pukul 14.00 WITA
Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara.

PULANG KAMPUNG...
Menjadi Ajang Bagi Mahasiswa Untuk Mencari Tumpangan Gratis
Tapi Malah Bebuntut Anarkis

Kekisruhan para penumpang di Pelabuhan Kendari akibat pelayanan Kapal Ekspress Cantika yang tidak memuaskan. Para penumpang marah akibat petugas tidak memberlakukan aturan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Melalui pengamatan dilapangan, bahwa pada saat itu banyak sekali penumpang yang tidak memilki tiket, tetapi mereka malah naik ke kapal dengan sesuka hatinya. Petugas kepolisian dan petugas kapal Cantika pun bahkan tidak mampu untuk menahan para penumpang yang jumlahnya sangat banyak. Kebanyakan dari penumpang ssat itu adalah mahasiswa dan mahasiswi yang hendak pulang ke kampung halaman mereka yakni di kota Raha dan Bau-Bau. “Mahasiswa memang penumpang yang paling bikin repot petugas, karena mereka tidak bisa ditahan untuk naik ke kapal, mereka berhamburan dan melompat ke atas kapal dengan cepat”, demikian penuturan beberapa petugas kapal Cantika yang sangat kesal dengan ulah para Mahasiswa.
            Saat itu kapal hendak berangkat dengan penumpang yang sudah cukup banyak, tetapi kebanyakan dari penumpang yang ada dikapal saat itu adalah penumpang yang tidak memilki tiket. Saya dan teman-teman penumpang lain mulai marah dan kesal dengan petugas kapal Cantika. “Kita dari tadi berdiri disini tapi kita tidak diberitahu kalau kapal mau berangkat sedangkan penumpang yang berangkat itu kebanyakan yang tidak punya tiket”, tambah seorang penumpang yang marah dengan petugas kapal. Keributan makin memuncak, karena petugas kapal mengatakan bahwa kapal sudah berangkat dan tidak akan berputar lagi. Tetapi kata seorang petugas lain dan anggota kepolisian setempat mengatakan bahwa kapal akan kembali, sehingga para penumpang lain yang memilki tiket menjadi bingung dengan informasi yang disampaikan oleh para petugas saat itu. Para penumpang tetap bertahan dan menuntut kepada petugas kapal Cantika agar melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Saat itu seorang penumpang wanita yang amarahnya sudah mulai memuncak dan langsung mengeluarkan kekesalannya di Loket Pembayaran Tiket Kapal Ekspress Cantika 168. Amarah wanita itu tidak bisa dibendung lagi sehingga saat itu dia mengeluarkan kata-kata yang mungkin tidak pantas untuk diucapkan, petugas kepolisian  akhirnya meredahkan amarahnya dengan mencarikan solusi yang baik. Para penumpang lain pun ikut marah dengan pelayanan kapal Cantika, sehingga pada saat itu mereka berbondong-bondong mendatangi Loket Pembayaran Tiket Kapal Ekspress Cantika 168 untuk mencari solusi.
            Seorang wanita terus mengeluarkan emosinya dan membentak semua petugas Kapal Cantika yang ada di Loket Pembayaran saat itu. Tak ada yang bertanggung jawab dengan tiket tersebut sedangkan kapal sudah diperjalanan dan tidak ada solusi dari petugas yang bisa diterima oleh para penumpang. “Kami ini bukan anak kecil yang bisa kalian tipu, saya beli tiket ini dari kemarin untuk berjaga-jaga karena takut nanti tidak kebagian tiket, tapi apa sekarang solusinya malahan yang berangkat tadi semua mereka yang tidak memilki tiket. Sistem macam apa yang kalian jalankan ini, kalian tidak becus dan kami kecewa dengan pelayanan kapal Cantika,” tambah seorang wanita yang sangat kesal dengan pelayanan kapal Cantika.
            Akhirnya petugas Kapal Cantika mencari solusi yang terbaik dengan menghubungi Kapten Kapal Cantika yang sudah diperjalanan untuk memutar kembali kapalnya agar menuju ke pelabuhan. Sehingga saat itu semua penumpang bisa berangkat dengan aman meski mereka adalah mahasiswa yang tidak memilki tiket sama sekali. (ady)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

boleh ji di copas filenya, asal dicoment jg :)